"Welcome to TKIT Harapan Bunda, membentuk generasi ceria, mandiri dan berakhlaq mulia"
TKIT Harapan Bunda didirikan tahun 1997, dibawah payung Yayasan Bakti Ibu. TK ini telah mendapatkan perhatian dan simpati yang lebih dari masyarakat semarang dan sekitarnya.
November 2007, TKIT Harapan Bunda telah ter-Akreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional dengan nilai 96,24.
Semoga TKIT Harapan Bunda terus berkarya, istiqomah serta menghasilkan generasi-generasi Rabbani yang ceria, mandiri dan berakhlaq mulia

14 November 2011

Bagaimana Anak Usia Dini Belajar?

Ditulis oleh: Mardiah, AMa - Guru Kelas A Yusuf

Judul diatas adalah sebuah pertanyaan yang penting untuk dijawab oleh kita sebagai praktisi pendidikan anak usia dini atau orang tua pada umumnya yang memiliki anak. Dari waktu ke waktu jawaban tersebutpun akan terus berkembang. Sudah menjadi pemahaman kita bersama bahwa anak yang diamanahkan Alloh merupakan tanggung jawab besar bagi kita. Pendidikan yang terbaik tentu menjadi sebuah keharusan untuk bisa diterima oleh anak yang merupakan karunia agung tersebut.

Seiring dengan perkembangan pendidikan banyak muncul berbagai paradigma baru tentang pendidikan, khususnya pendidikan nak usia dini. Yang disebut anak usia dini adalah anak yang rentang usia 0 – 8 tahun. Jika dulu di negeri kita pendidikan anak dengan rentang usia tersebut dianggap tidak begitu penting, namun pada akhir-akhir ini layanan terhadap anak usia dini menjadi sebuah prioritas bagi pemerintah. Ini tampak dari marak berdirinya berbagai macam progam layanan PAUD baik yang formal, non formal maupun informal yang digalakkan oleh pemerintah.

Para pakar menyatakan bahwa proses pembelajaran pada usia dini adalah masa-masa yang sangat penting dan juga menentukan bagi perkembangan-perkembangan anak selanjutnya. Berbagai sebutan dari para ahli mulai dari golden age, masa peka, masa penting, masa-masa vital, menunjukkan betapa penting usia ini. Menurut penelitian S.Bloom 50% kecerdasan anak sudah terbentuk pada usia 5 tahun, 75% pada usia 8 tahun hingga sempurna sampai usia 18 tahun.

Semangat untuk merangsang perkembangan dimasa ini, mengilhami munculnya sekolah-sekolah PAUD dengan spesifikasi keunggulan masing-masing. Ada sekolah yang menjual konsep sekolah karakter. Multiple intelegensi, holistik, sekolah enterpreneur, dan sebagainya.

NAEYC (The National for the Educational of Young Children) mengemukakan prinsip-prinsip berkembang dan belajarnya anak. Salah satunya menyebutkan bahwa anak adalah pembelajar aktif, mereka mengambil pengalaman fisik, sosial dan pengetahuan yang disampaikan untuk membangun pemahamannya tentang lingkungan sekitar. Anak berkontribusi terhadap perkembangan dan belajarnya sendiri ketika dia berupaya memaknai pengalaman sehari-hari dirumahnya, disekolah dan di masyarat.Sejak lahir anak secara aktif terlibat dalam membangun pemahamannya sendiri berdasarkan pengalamannya yang diperantarai oleh hubungan sosial budaya.

Mengingat begitu pesatnya perkembangan intelegensi anak di usia-usia tersebut, mereka adalah seorang pembelajar aktif, maka mereka juga cenderung untuk meniru hal-hal yang dilihatnya. Bagi orang tua dan guru ini perlu menjadi sebuah kehati-hatian dalam mendidik dan mendampingi mereka. Kita perlu mengingat kembali sebuah nasihat yang sudah populer:

“ Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar meragukan diri

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri

Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar untuk menyenangi diri

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupannya.”

Selain itu guru dan orang tua juga perlu mengadakan refleksi terhadap apa-apa yang selama ini sudah dilakukan. Apakah yang sudah mereka terima dari kita memberikan pengaruh positif untuk mereka ataukah malah memberikan pengaruh negatif untuk mereka.

Seorang pakar Mind & Soul Re-Educator Bambang Nugroho sewaktu memberikan pelatihan yang diselenggarakan PAUD Harapan Bunda beberapa waktu lalu mengemukakan tentang kesalahan – kesalahan fatal orang tua dan guru terhadap anak. Setidaknya ada 10 yang beliau sampaikan, yang perlu menjadi catatan untuk kita, yaitu:

  1. Selalu toleransi
  2. Selalu mengalah
  3. Memberikan intruksi yang tidak jelas
  4. Mematikan harapan-harapan
  5. Membunuh kreatifitas
  6. Membandingkan dengan anak lain
  7. Memamerkan kesulitan atau penderitaan
  8. Sikap putus asa
  9. Tidak memberi contoh
  10. Over protektif

10 hal tersebut bisa kita renungkan , apakah hal tersebut masih biasa kita lakukan ? jika jawabannya adalah iya maka mari bersama kita memiliki komitmen untuk merubahnya. Wallohu a'lam bishowab. [nd]

24 Februari 2010

Penerimaan Murid Baru

TKIT Harapan Bunda Semarang membuka Pendaftaran Murid Baru Tahun Pelajaran 2010/2011. Pendaftaran TK dibuka mulai hari
Senin - Sabtu, tanggal 1 - 13 Maret 2010, pukul 08.00-12.00 WIB
di Kampus TKIT Harapan Bunda Jl. Brigjend Sudiarto km 10,4 Semarang.

Adapun Persyaratan Pendaftaran :
a. Usia Calon Siswa per Juni 2010 minimal 4th
b. Fotokopi Akte Kelahiran anak
c. Foto terbaru 2 lembar ukuran 3x4
d. Mengikuti Observasi anak dan Wawancara orang tua
e. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 60.000,00
Info lebih lanjut hubungi (024) 6711171

11 Juni 2009

ISTANA PINGUIN



Wouw dingiin sekali …….

Ping-piiing hore….. kita masuk ke istana penguin…..dingiiiin dingiiiin sekali


Waah gimana ya rasanya kalau kelas kita tiba-tiba berubah menjadi istana penguin. Pasti asyik ya…

Yah itulah yang terjadi di TKIT Harapan bunda dalam acara puncak tema yang mengambil cerita musim dingin dan musim panas.

Puncak tema yang dilakukan bersama guru-guru PPL dari PGPQ Roudlotul Mujawwidin itu , membuat suasana lain dari hari-hari biasanya. Pemandangan itu sudah mulai terasa begitu memasuki halaman TKIT Harapan Bunda. Daun-daun berguguran dan berserakan dihalaman,turut menjelaskan bahwa kita sedang berada pada musim kemarau.

Sementara dikelas B sulaiman berubah menjadi dingin dan sudah dihuni oleh empat ekor pinguin yang lucu, sebagian anak telah siap masuk dengan memakai baju hangat dan sarung tangan. Terdengar tawa dan jeritan kecil dari mulut anak-anak yang saling bercanda ria dengan teman-temannya.

Acara pada hari itu juga turut dimeriahkan dengan dramatisasi Bu Guru tentang suasana musim panas, cerita bahaya pemanasan global sampai praktek menanam tumbuhan sebagai upaya penghijauan juga dilakukan. Tak ketinggalan Ami Is driver antar jemput kesayangan anak-anak pun dengan senang hati berperan sebagai petugas pemadam kebakaran. Sementara sebagian guru membuka kedai jagung bakar, popcorn, dan minuman hangat untuk melengkapi suasana musim dingin. Sedangkan untuk melengkapi suasana musim panas bu guru mengajak bermain layang layang dan membuka warung kedai es kelapa muda. ”senang sekali bu, seru banget’ kata Rafli kelas B Sulaiman ketika ditanya tentang perasaannya. Begitulah suasana puncak tema yang dilaksanakan di TKIT Harapan bunda pada akhir bulan mei 2009 ini. (mdh)